09 September 2026 16:34:13
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama MyGereja
Paradoks Talenta
Bacaan: Matius 25:14-30
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi... Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari
padanya. Matius 25:29
RENUNGAN FIRMAN
Marilah kita membayangkan seandainya kita menjadi seorang investor. Anda telah mengamati, memantau dan mencermati pertumbuhan sebuah bisnis di mana Anda telah menanamkan uang Anda di situ sebagai investasi. Biasanya ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi pertama, bisnis tersebut merugi dan aset terus merosot karena pengelolaan yang buruk. Kedua, bisnis tersebut dalam posisi stagnan, tidak untung tapi juga tidak rugi, karena pengelolaan yang pasif. Ketiga, bisnis tersebut mencapai pertumbuhan yang luar biasa, karena pengelolaan yang cerdas, serius dan bertanggung jawab.
Pertanyaannya, jika Anda masih punya banyak uang untuk diinvestasikan lagi, dari tiga kemungkinan tersebut, ke mana Anda akan menempatkan uang Anda lagi? Tentu Anda akan menambah investasi Anda di bisnis yang maju dan berkembang, sebaliknya Anda akan mengambil sisa investasi Anda di tempat yang tidak menghasilkan apa-apa, atau bahkan yang merugi itu ditambahkan ke bisnis yang maju dan berkembang tersebut.
Ketika Anda membaca perumpamaan tentang talenta, barangkali Anda melihat sebuah paradoks, "Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." (Matius 25:29). Bagaimana mungkin orang yang sudah kaya terus diberi, sedangkan mereka yang miskin justru diambil? Itulah prinsip investasi! Karena Tuhan adalah Investor, maka Dia juga akan memberikan kepercayaan yang lebih lagi kepada mereka yang bisa dipercaya, sebaliknya Dia akan mengambil "sisa investasi" yang pernah Dia tanamkan, jika mereka tidak bisa mengelola dengan baik. Setelah tahu kebenaran ini, baiklah kita benar-benar bertanggung jawab dan menjadi pengelola yang baik atas hidup kita ini. Jangan pernah menyiakan-nyiakan potensi, keahlian, bakat alamiah, kesempatan, atau apapun yang telah Tuhan percayakan, sebaliknya kembangkanlah itu untuk kemuliaan Tuhan