10 July 2026 17:10:36
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama MyGereja
Ironi
Bacaan: 1 Samuel 2:11-26
Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila: mereka tidak mengindahkan TUHAN.
1 Samuel 2:12
RENUNGAN FIRMAN
Saya akan paparkan beberapa ironi yang pernah terjadi di dunia ini.
Di markas pemadam kebakaran Weingarten, Jerman, terjadi kebakaran hebat. Bagaimana mungkin di markas pemadam kebakaran yang tersedia banyak mobil pemadam kebakaran justru terjadi kebakaran hebat?
Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) di Washington, mengadakan pesta pora yang meriah. Ironisnya, separuh dari orang yang hadir di pesta tersebut mengalami mual-mual dan mengalami keracunan makanan. Barangkali badan pengawas obat dan makanan tersebut hanya menyelidiki makanan di tempat lain, bukan di tempatnya sendiri.
Rob Manes dan rekan-rekannya bekerja di Komisi Perburuan, pekerjaannya adalah memberi pelatihan kepada para pemburu bagaimana cara berburu yang aman dan tidak saling membahayakan pemburu lain. Saat memberikan pelatihan tersebut, Manes tanpa sengaja tertembak oleh rekannya sendiri. Untung tidak fatal, tapi cukup ironis.
Keluarga imam Eli termasuk keluarga yang ironis. Tinggalnya di bait Allah, tapi perbuatan kedua anak imam Eli sama sekali tidak mencerminkan kalau mereka anak seorang imam besar. Hofni dan Pinehas lebih mirip preman daripada anak seorang imam. Ironis, bukan? Imam Eli bisa mendidik umat Allah dengan baik, termasuk Samuel, tapi ia justru gagal mendidik anaknya sendiri.
Mengapa ironi-ironi seperti itu bisa terjadi? Barangkali faktor utamanya adalah selalu melihat diri sendiri beres dan selalu melihat orang lain penuh kekurangan. Padahal harusnya pelayanan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, baru masyarakat yang lebih luas. Seandainya setiap insan selalu berkaca terhadap diri sendiri terlebih dahulu sebelum fokus kepada orang lain, maka ironi-ironi seperti yang saya ceritakan tersebut di atas tidak perlu terjadi. Mengutip perkataan Yesus, kita harus menjadi saksi di Yerusalem (keluarga) lebih dulu, baru Yudea (lingkup regional), lalu Samaria (lingkup nasional), dan akhirnya ujung bumi (lingkup internasional).