10 May 2026 18:07:21
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :
Lihat S.A.T.E Hari ini Halaman Utama MyGereja
Iman
Bacaan: Matius 21:18-22
Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Yohanes 14:1
RENUNGAN FIRMAN
Dalam buku yang berjudul "Beyond Our Selves", Catherine Marshall menulis hal sederhana tentang iman. Dia menggambarkan iman seperti ini: "Misalnya seorang anak mainannya rusak. la membawa mainan itu pada ayahnya, dan berkata bahwa ia telah berusaha memperbaikinya tapi akhirnya gagal. la meminta ayahnya untuk memperbaiki mainan tersebut dan melakukannya untuknya. Si ayah dengan senang hati bekerja dan ia bisa melakukan pekerjaannya dengan cepat. Ini terjadi karena si anak menunggu dengan tenang dan anak tersebut tidak berusaha campur tangan, melainkan memercayakan penuh masalahnya kepada ayahnya tanpa pernah meragukan kemampuan ayahnya untuk memperbaiki mainan tersebut."
Itulah gambaran sederhana tentang iman, yaitu seperti anak kecil yang memercayakan dan menyerahkan masalahnya kepada bapanya secara total. Tapi apa yang kebanyakan kita lakukan pada situasi semacam itu? Kita mungkin seperti anak kecil yang menyerahkan mainannya yang rusak kepada bapa kita, tapi kita tidak bisa hanya duduk diam dan melihatnya begitu saja. Kita menyodorkan saran, nasihat, dan cara-cara kepada bapa kita bagaiamana memperbaiki mainan kita yang rusak tersebut. Kita bahkan mencoba mengajarinya dan mengatakan bahwa yang seharusnya dilakukan adalah seperti ini itu. Kita bahkan menjadi tidak sabar ketika mainan kita tak kunjung beres, dan kita pun mencoba membantu, mengulurkan tangan-tangan kita untuk mencampuri cara bapa kita. Tanpa pernah menyadari bahwa hal itu justru menghambat dan memperlambat kerja bapa kita. Akhirnya, dalam keputusasaan kita bahkan menyambar mainan tersebut dari tangan bapa seluruhnya dan meragukan apakah bapa kita benar-benar mampu menolong kita.
Dari gambaran sederhana tersebut, apakah kita seperti anak kecil yang duduk dengan tenang melihat bagaimana bapa tersebut memperbaiki mainannya, ataukah kita seperti anak kecil yang sok tahu, banyak nasihat, bahkan tidak memercayai kemampuan bapanya? Gambaran tersebut merefleksikan bagaimana iman kita kepada Tuhan.